Uang Japuik : Tradisi Khas Pariaman yang Sering Disalahartikan !

Pariaman, kota indah dengan kekayaan tradisi yang tak ternilai. Selain pesona wisatanya, tradisi Pariaman juga menjadi daya tarik tersendiri. Salah satu warisan leluhur yang kini sering disalahartikan adalah "Uang Japuik." Meskipun familiar, namun masih banyak yang tak paham betul tentang makna sebenarnya.

Nov 17, 2023 - 12:47
 0  37
Uang Japuik : Tradisi Khas Pariaman yang Sering Disalahartikan !

Pariaman, kota indah dengan kekayaan tradisi yang tak ternilai. Selain pesona wisatanya, tradisi Pariaman juga menjadi daya tarik tersendiri. Salah satu warisan leluhur yang kini sering disalahartikan adalah "Uang Japuik." Meskipun familiar, namun masih banyak yang tak paham betul tentang makna sebenarnya.

Uang Japuik memiliki dua varian dalam adat Pariaman, yaitu Uang Japuik dan Uang Hilang. Pertama, Uang Japuik bukanlah uang tunai, melainkan berupa barang berharga seperti emas. Sebagai contoh, jemputan lima emas akan dikembalikan dari pihak laki-laki ke perempuan. Ada nuansa istimewa dalam Uang Japuik ini yang membuatnya unik. Menurut Ardi Gusdi, atau akrab disapa Rang Tuo Edi, tambahan dari pihak laki-laki, seperti Uang Japuik sebesar lima emas bisa berubah menjadi enam emas, konsep yang dikenal sebagai Tendek Jalang.

Tidak hanya itu, Uang Japuik dan Uang Hilang menandakan harga diri perempuan dalam tradisi Pariaman. Berbeda dengan pandangan umum, di Pariaman, jika perempuan memberi kepada laki-laki, maka harga dirinya lebih tinggi daripada laki-laki. Dua macam adat ini, yang dimaksudkan sebagai Uang Japuik adalah bentuk kearifan lokal dan tradisi dalam tatanan masyarakat Pariaman atau Minangkabau.

Menurut Rang Tuo Edi, proses Uang Japuik ini melibatkan dua tahap utama. Tahap pertama mencakup perundingan keluarga, kesepakatan ninik mamak, dan penetapan Uang Hilang. Kemudian, tahap kedua berlangsung di rumah perempuan, melibatkan kampung-kampungan, dan kata sepakat yang dibawa kepada pihak laki-laki. Proses ini bukan hanya melibatkan keluarga, tetapi juga korong atau nagari.

Tahap terakhir adalah penentu hasil kesepakatan dari tahap awal, yang dinamakan niek dan mokasuik. Pada tahap ini, hasil kesepakatan disampaikan kepada pihak laki-laki oleh ninik mamak atau kapalo mudo. Jika kesepakatan diterima, dilangsungkan ijab dan qobul, menandakan hubungan silahturahmi yang sah menurut adat Pariaman.

Meski tak semua calon mempelai berasal dari Pariaman, proses adat tetap dilakukan. Penafsiran Uang Japuik dan Uang Hilang dilakukan oleh kedua belah pihak calon mempelai, tetapi rahasia ini tetap dijaga dan hanya diungkapkan kepada keluarga kedua calon mempelai. Tradisi Uang Japuik, sebuah cerminan kearifan lokal Pariaman yang tetap lestari dalam perjalanan waktu.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow