TARIAN GALE - GALE SALAH SATU WARISAN BUDAYA SUMATERA UTARA

TARIAN GALE - GALE  SALAH  SATU WARISAN BUDAYA  SUMATERA UTARA

Tari Sigale-gale adalah tarian patung kayu yang digerakkan oleh manusia dengan diiringi alunan musik khas Batak. Tari Sigale-gale merupakan salah satu budaya di Sumatera Utara yang menceritakan tradisi mengenai suku Batak Toba pada zaman dahulu. Pada masa lalu tarian Sigale-gale lebih difokuskan pada tradisi upacara ritual namun pada saat ini keadaan sudah berubah dikarenakan tarian Sigale-gale dapat dijumpai sebagai sarana hiburan saja.

Pertunjukan tari Sigale-gale yang merupakan tradisi dari budaya batak toba kini dipetunjukkan sebagai salah satu pementasan untuk wisatawan yang unik karena ada unsur-unsur dan nilai-nilai budaya suku Batak yang berguna untuk menambah wawasan, dimana konsep seni dibuat untuk mempertahankan suatu keyakinan dalam mengantar arwah mendiang yang telah meninggal (suatu upacara adat Batak) dari generasi ke generasi yang berawal dari rasa peduli dan penghiburan terhadap sejarah kerajaan suku Batak terdahulu, ketika anak semata wayang raja meninggal.

 

Suku Batak sangat kental akan kisah kerajaan pada masa lalu. Itulah sebabnya semua orang Batak memiliki marga (nama keluarga) yang berasal dari nama-nama para raja dan keturunannya. Patung Sigale-gale dari sejarahnya adalah patung dengan perwujudan dari seorang putra Raja Rahat yang bernama Si Manggale. Kata Sigale-gale sendiri berasal dari “gale“ yang berarti lemah, lesu. Sehingga dapat diartikan dengan lemah lunglai.

Patung ini dibuat menyerupai wajah Manggale yang digunakan sebagai wadah atau penopang roh Manggale yang diundang untuk masuk kedalamnya pada sebuat ritual khusus. Pada kepercayaan masyarakat sekitar pembuat bonega Sigale-gale harus menyerahkan jiwanya pada bonek kayu tersebur agar boneka yang dibuatnya dapat bergerak seperti manusia hidup. Seiring berkembangnya zaman kisah kerajaan suku Batak melatarbelakangi terbentuknya destinasi-destinasi wisata budaya di desa Tomok.

 

Kebudayaan juga turut menggerakkan perekonomian masyarakat karena menjadi sumber pencaharian melalui kegiatankegiatan yang mendukung aktivitas wisata seperti menjadi tour guide, pedagang souvenir, penggiat seni dalam pertunjukan tari Sigale-gale. Mengingat bahwa tari Sigale-gale telah memberikan kontribusi yang besar dibidang pariwisata dan menjadi masterpiece wisata budaya di desa Tomok. Patung Sigale - gale merupakan aset kebudayaan yang harus dipertahankan sebagai salah satu benda budaya yang dapat memperkuat identitas Bangsa Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak corak kesenian daerah.

 

KESIMPULAN

Pertunjukan tari Sigale-gale yang merupakan tradisi dari budaya batak toba yang juga merupakan salah satu corak kebudayaan bangsa Indonesia harus tetap dipertahankan agar dapat memperkuat identitas bangsa. Hal dapat dilestarikan dengan cara menjadikannya salah satu pertunjukan wisata yang mampu menarik minat wisatawan lokal maupun interlokal tetapi tidak mengurangi bentuk atau cara-cara yang telah menjadi tradisi untuk dilakukannya tarian Sigale-gale.