Sutan Sjahrir: Inspirasi di Balik Kemunculan Gibran sebagai Calon Wakil Presiden

Pahlawan Nasional Indonesia, Sutan Sjahrir, adalah sosok yang belakangan sering disebut-sebut dalam konteks pemimpin muda yang berusia di bawah 40 tahun. Dalam berita terbaru, namanya muncul saat Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Guntur Hamzah membacakan putusan dan saat Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto, mengusung Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) Prabowo Subianto.

Oct 22, 2023 - 21:20
 0  59
Sutan Sjahrir: Inspirasi di Balik Kemunculan Gibran sebagai Calon Wakil Presiden

Pahlawan Nasional Indonesia, Sutan Sjahrir, adalah sosok yang belakangan sering disebut-sebut dalam konteks pemimpin muda yang berusia di bawah 40 tahun. Dalam berita terbaru, namanya muncul saat Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Guntur Hamzah membacakan putusan dan saat Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto, mengusung Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) Prabowo Subianto.

Sutan Sjahrir pertama kali disebut dalam sidang pembacaan putusan MK oleh Hakim Guntur Hamzah. Selanjutnya, tokoh Sutan Sjahrir dihadirkan dalam pidato Airlangga Hartanto yang mencatat prestasinya sebagai perdana menteri pada usia 36 tahun, sejak Indonesia diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta. Sutan Sjahrir juga dipandang sebagai kepala eksekutif atau kepala pemerintahan yang berpengaruh.

Sutan Sjahrir lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, pada 5 Maret 1909, dan berasal dari keluarga terpandang di Sumatera. Ayahnya, Mohammad Rasad, adalah seorang penasihat Sultan Deli dan kepala jaksa di Medan. Sutan Sjahrir menyelesaikan pendidikan dasarnya di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs), sekolah menengah pertama pada zaman kolonial Belanda. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya di AMS di Bandung, sekolah terkemuka di Hindia Belanda.

Selama masa sekolah, Sutan Sjahrir mendirikan Tjahja Volksuniversiteit, yang merupakan Cahaya Universitas Rakyat, dengan uang hasil pementasannya sebagai anggota Himpunan Teater Mahasiswa Indonesia (Batovis). Ia juga aktif dalam membaca buku-buku terbitan Eropa. Pada tahun 1929, Sjahrir melanjutkan pendidikan di Universitas Amsterdam dan menjadi mahasiswa hukum di Universitas Leiden. Pendidikan tersebut diambilnya selama masa pengasingan.

Sutan Sjahrir adalah sosok yang memberikan inspirasi dalam konteks kemunculan Gibran sebagai calon wakil presiden muda. Meskipun perjalanan politik keduanya berbeda, Sutan Sjahrir menunjukkan bahwa pemimpin muda bisa memiliki dampak besar dalam politik Indonesia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow