Pria atau Wanita, Siapa yang Lebih Merasa Kesepian?

Pria atau Wanita, Siapa yang Lebih Merasa Kesepian?

Ladies, merasa kesepian memang tidak mengenakkan, apalagi bila kamu sedang membutuhkan seseorang untuk diajak bercerita. Dalam kondisi tersebut, orang biasanya mencari cara untuk menghibur diri agar tidak terus-menerus didominasi perasaan yang negatif.

Namun, apakah kamu tahu bahwa jenis kelamin ternyata memengaruhi persepsi dan tingkat kesepian seseorang? Mengutip dari jurnal Personality and Social Psychology Bulletin, rasa sepi lebih sering dilabelkan untuk para perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Munculnya stereotip tersebut disebabkan adanya tuntutan dari masyarakat yang mendorong makhluk pria harus lebih tangguh dan tidak boleh manja saat menghadapi masalah.

Stigma tersebut membuat pria menjadi lebih rentan menerima respons negatif sehingga cenderung enggan untuk mengekspresikan perasaan, termasuk mengakui jika dirinya merasa kesepian. Dari penelitian tersebut bisa disimpulkan kalau sebetulnya perempuan tidak selalu lebih merasa kesepian dibandingkan pria. Hanya saja perempuan lebih mudah untuk mengakui apa yang dia rasakan, entah itu baik ataupun buruk.

Hal tersebut dijelaskan dalam Journal of Social and Personal Relationship yang ditulis oleh Martin Pinquart pada 2003. Penelitian ini menyebutkan bahwa pria lajang lebih rentan merasa kesepian dibanding perempuan. Berdasarkan penelitian tersebut, hal ini dikarenakan perempuan punya kesadaran yang lebih tinggi dalam bersosialisasi dan punya kecenderungan mempertahankan kedekatan hubungan dengan sejumlah orang.

Meskipun tengah menjalin hubungan romantis dengan seseorang, perempuan juga memikirkan bagaimana menjaga kualitas hubungan agar tetap dekat dengan teman dan keluarganya. Namun, karena tingkat kesepian cenderung bergantung pada kualitas hubungan, perempuan akan menjadi lebih mudah merasa sepi bila relasi bersama orang lain mengalami kendala.

Lantas, antara pria dan perempuan siapakah yang lebih baik dalam menangani rasa kesepian?

 

Melansir dari Psychology Today, setiap orang punya caranya masing-masing untuk menghibur diri dan keluar dari perasaan negatif. Hal tersebut didukung juga dari cara perempuan dan laki-laki mendefinisikan rasa kesepian. Bagi seorang laki-laki, kuantitas pertemanan sangat penting untuk meminimalisasi risiko kesepian sehingga semakin banyak teman, semakin kecil pula kemungkinan merasa sepi. Beda halnya dengan perempuan yang lebih mengutamakan hubungan yang serius dan mendalam saat bersosialisasi sehingga kuantitas teman tidak menjamin dirinya terhindar dari rasa kesepian.

Penulis: Adinda Lapod

Artikel ini telah tayang di : kumparan