Pengakuan Pemain NBA Draymond Green Sebut Pendukung Trump Teroris

Pengakuan Pemain NBA Draymond Green Sebut Pendukung Trump Teroris

Pemain NBA Golden State Warriors, Draymond Green mengkritik demonstrasi pendukung Donald Trump di Gedung Kongres Capitol Hill, pada Rabu (6/1) petang. Baginya, pendukung Trump itu layaknya teroris, bukan pendemo.

"Menyerbu ke dalam gedung dan mendobrak jendela dan membawa podium dan semua hal lainnya, itu bukan protes. Itu serangan teroris," kata Green dilansir dari TMZ.

Tak cuma itu, Green juga menungkit demonstrasi warga kulit hitam Black Lives Matter pertengahan tahun lalu. Aksi protes yang dipicu kematian pria kulit hitam George Floyd di tangan kepolisian Amerika Serikat itu.

Green melihat ada dua perbedaan sikap dan respons kepolisian dalam demonstrasi Black Lives Matter dengan para pendukung Trump. Yakni polisi lebih cepat bereaksi dan represif terhadap pendemo kulit hitam.

"Ini hanya menunjukkan bahwa sistem kepolisian dibangun untuk melawan orang kulit hitam dan coklat. Itulah alasan reaksi mereka (terhadap pendemo) berbeda," kata Green.

Menurutnya, pada titik tertentu Amerika butuh keberanian anggota parlemen untuk melakukan perubahan signifikan pada undang-undang, terutama guna mengubah prilaku represif kepolisian yang tebang pilih.

"Pada titik tertentu, kita membutuhkan anggota parlemen untuk mengubah undang-undang," katanya.

Para pendukung Trump menolak pengesahan hasil Pilpres 2020 yang dimenangkan oleh politikus Partai Demokrat Joe Biden. Mereka berusaha menerobos masuk ke dalam Gedung Kongres Capitol Hill.

Kerusuhan pun pecah. Kepolisian terlibat bentrok dengan para pendukung Trump yang berkumpul dan berunjuk rasa di Washington D.C. Sebagian dari mereka berasal dari kelompok milisi dan organisasi masyarakat sayap kanan dan supremasi kulit putih seperti Proud Boys.

Sampai saat ini tercatat ada empat orang yang meninggal akibat bentrokan.

Setelah sidang dilanjutkan usai reses akibat kerusuhan, Kongres AS mengesahkan hasil pilpres 2020 dan menetapkan Biden dan Kamala Harris sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.