Mengenal Lebih Jauh Mengenai Vitiligo: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Vitiligo merupakan suatu kondisi kulit yang ditandai dengan hilangnya pigmen warna kulit, sehingga kulit tampak berwarna putih. Untuk memahami gejala, penyebab, dan cara mengatasi vitiligo, berikut ini penjelasannya.

Jul 21, 2023 - 11:10
 0  18
Mengenal Lebih Jauh Mengenai Vitiligo: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

itiligo merupakan suatu kondisi kulit yang ditandai dengan hilangnya pigmen warna kulit, sehingga kulit tampak berwarna putih. Untuk memahami gejala, penyebab, dan cara mengatasi vitiligo, berikut ini penjelasannya.

Apa itu vitiligo? Vitiligo adalah penyakit kulit yang menyebabkan hilangnya pigmen warna pada kulit. Kondisi ini menyebabkan kulit tampak putih di area yang terkena, karena warna asli kulit menghilang.

Kondisi ini umumnya terjadi pada bagian punggung tangan, wajah, dan ketiak. Namun, vitiligo juga dapat mempengaruhi rambut dan bagian dalam mulut.

Terdapat beberapa perawatan yang dapat mengembalikan warna kulit yang kehilangan pigmen. Namun, perawatan tidak dapat mencegah hilangnya warna kulit dan kekambuhan.

Seberapa umum penyakit ini? Vitiligo merupakan kondisi yang jarang terjadi, dialami oleh sekitar 1% dari seluruh populasi dunia.

Penyakit kulit ini dapat terjadi pada orang dari berbagai ras dan etnis. Namun, vitiligo cenderung lebih terlihat pada orang dengan warna kulit gelap.

Vitiligo dapat terjadi pada semua usia. Namun, menurut Mayo Clinic, kondisi ini lebih sering terjadi pada orang di bawah usia 30 tahun.

Tanda dan gejala vitiligo: Vitiligo terbagi menjadi dua jenis, yaitu segmental dan non-segmental. Meskipun keduanya memiliki gejala yang berbeda, ciri utama yang muncul adalah adanya bercak-bercak dengan warna lebih terang dari kulit di sekitarnya akibat kehilangan pigmen.

Berikut ini adalah gejala yang sesuai dengan jenis vitiligo:

  1. Vitiligo tipe segmental:
  • Muncul hanya pada satu bagian tubuh, seperti kaki, wajah, atau lengan.
  • Adanya uban dini pada rambut, bulu mata, atau alis.
  • Biasanya mulai muncul pada usia dini atau sangat muda.
  • Sering berlangsung selama sekitar satu tahun kemudian berhenti meluas.
  1. Vitiligo tipe non-segmental:
  • Muncul di kedua sisi tubuh, misalnya pada kedua tangan atau kedua lutut.
  • Bercak putih pertama muncul secara simetris.
  • Kehilangan warna dimulai dari ujung jari, pergelangan tangan, hingga tangan.
  • Muncul pada kulit yang terpapar sinar matahari, seperti wajah, leher, dan tangan.
  • Warna kulit yang hilang dapat kembali dengan cepat, berhenti untuk sementara waktu, dan kemudian mulai kembali.
  • Perubahan warna yang hilang cenderung berkembang dan meluas.

Selain gejala-gejala di atas, kehilangan pigmen juga dapat terjadi pada jaringan yang melapisi selaput lendir, seperti mulut dan hidung, dan disertai perubahan warna pada lapisan bola mata atau retina.

Penyebab vitiligo: Secara umum, vitiligo terjadi ketika melanosit, yaitu sel-sel yang menghasilkan melanin yang menentukan warna rambut, tidak dapat berfungsi sebagaimana seharusnya.

Mekanisme terjadinya penyakit ini belum diketahui dengan pasti. Namun, diduga kuat bahwa vitiligo dipicu oleh masalah autoimun.

Penyakit autoimun berkembang ketika sistem kekebalan tubuh salah mengidentifikasi sel-sel sehat sebagai patogen yang berbahaya.

Dalam kasus ini, tubuh mungkin keliru mengenali melanosit sebagai zat asing. Akibatnya, sel-sel T yang seharusnya melawan infeksi malah menyerang dan merusak melanosit, sehingga mereka tidak dapat bekerja dengan baik.

Faktor risiko vitiligo: Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena vitiligo antara lain:

  • Memiliki riwayat keluarga dengan vitiligo.
  • Memiliki penyakit autoimun, terutama penyakit Hashimoto (penyakit tiroid) atau alopecia areata yang menyebabkan rambut rontok.
  • Terpapar pemicu, seperti sinar matahari, stres, atau bahan kimia industri.

Untuk mengetahui penyebab yang pasti dan apakah Anda berisiko terkena vitiligo, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai vitiligo, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami kondisi ini dan memberikan dukungan kepada individu yang mengalaminya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow