MENGENAL BISNIS HAMPER YANG KINI MENJADI PRIMADONA DI ERA PANDEMI

MENGENAL BISNIS HAMPER YANG KINI MENJADI PRIMADONA  DI ERA PANDEMI

Peluang bisnis hamper di Indonesia kian menggeliat dan mulai dilirik oleh masyarakat Indonesia. Hamper merupakan salah satu usaha mikro era revolusi industri 4.0 yang menggunakan basis digital dalam pemasaran maupun pemesanannya serta diyakini menjadi salah satu usaha yang masih bertahan di era pandemi. Bisnis ini pun mulai menjadi tren di Indonesia karena kemudahanya dalam bertransaksi tanpa harus keluar rumah yang hingga saat ini masih dinilai sangat membahayakan untuk kesehatan dan keselamatan.

 

Dalam kamus bahasa Inggris hamper memiliki makna keranjang. Keranjang yang dimaksud adalah berbentuk anyaman rotan yang dibentuk seperti keranjang. Jadi lebih tepatnya hamper adalah bingkisan yang berbentuk keranjang dengan tujuan untuk dibagikan.

 

Sejarah hamper pertama kali diperkenalkan pada abad ke-11 oleh masyarakat Prancis yang menggunakan hamper untuk sumbangan kepada orang-orang Inggris yang biasanya berisi makanan dan minuman sehari-hari. Hamper disediakan untuk kebutuhan keluarga agar dapat bertahan hidup. Pada Abad ke-21 seiring dengan perkembangan teknologi, hamper banyak berkembang pesat dan tidak lagi sebagai pemenuhan kebutuhan pokok seseorang atau keluarga.

 

Masyarakat Indonesia lebih dahulu mengenal dengan istilah parsel yang biasanya diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya, sesama rekan usaha dan juga kerabat. Pada umumnya parsel berisi barang maupun makanan kemasan pabrik. Sedangkan hamper merupakan produk industri rumahan (Home Industry) yang dibuat dalam jumlah terbatas dan lebih mengedepankan kualitas hasil produksi serta dibuat pada waktu dan momen tertentu. Hamper memiliki perlakuan dan sifat lebih khusus dari pada parsel.

 

Dalam pengiriman hamper harus dipisahkan oleh barang lain dan tidak boleh berbenturan agar tidak merusak isi hamper. Selain itu, hamper memiliki kesan lebih personal dan dekat karena dikirim pada hari khusus dan terdapat kartu ucapan untuk menyampaikan maksud pengirimannya.

 

Pelaku usaha disarankan untuk menggunakan istilah hamper guna menambah nilai jual dari produk yang ditawarkannya. Estetika hamper yang sejak kemunculannya selalu diperhatikan, yaitu dengan selalu mengemasnya secara cantik dan elegan sehingga menjadi nilai jual lainnya yang mungkin tidak dapat ditemukan dalam parsel. Sekarang masyarakat Indonesia lebih tertarik menggunakan hamper karena terkesan lebih kekinian, menarik dan bervariasi.

 

Hari raya Idul Fitri, Natal dan Imlek merupakan waktu yang tepat untuk menjaga silaturahmi dengan saling berbagi bingkisan. Di era pandemi silaturahmi tidak lagi dilakukan dengan cara temu sapa, Mengirim hamper menjadi obat rindu sekaligus menjaga hubungan dan silaturahmi.

 

Jenis hamper sangat banyak, ada yang berisi barang, makanan, kue kering hingga pernak-pernik rumah tangga. Harganya juga cukup beragam, tergantung dari kualitas dan kuantitas hamper tersebut. Pembeli dapat memilih sesuai kebutuhan dengan mempertimbangkan siapa penerimanya. Hal ini perlu menjadi atensi agar barang tersebut berguna bagi penerimanya.

 

Untuk rekan bisnis berikanlah hamper berkualitas dari merk ternama. Atasan, rekan bisnis atau teman kerja merupakan orang yang berperan penting dalam kesuksesan pekerjaan. Sedangkan untuk keluarga dan sahabat berikanlah hamper dengan sentuhan personal. Keluarga dan sahabat merupakan orang dekat yang memiliki hubungan emosional mendalam sehingga akan timbul perasaan hangat dan nostalgia terhadap kenangan yang pernah dimiliki bersama.

 

Pemasaran hamper dilakukan oleh penggeliat bisnis dengan menggunakan basis digital, hal ini sangat sejalan dengan kebijakan pemerintah yang masih membatasi kegiatan di luar ruangan. Para penjual memanfaatkan sosial media seperti Instagram, Whatsapp status, Facebook dan Twitter dalam memasarkan produknya. Kegiatan ini menjadi efektif karena jumlah permintaan yang banyak pada masa sekarang. Di sisi lain, penjual dapat menjual produknya langsung ke end user melalui media online tanpa harus memiliki tempat ataupun toko.

 

Usaha hamper memacu sektor bisnis untuk dapat beradaptasi di era industri keempat yang didominasi oleh konektivitas internet. Pemerintah melalui Kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif (Menparekraf) mendorong usaha mikro agar memanfaatkan teknologi dan memberdayakan produk-produk ekonomi kreatif dalam negeri sehingga dapat menumbuhkan rasa bangga dan cinta produk lokal. Bisnis hamper bisa membantu ekonomi Indonesia serta memperluas lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.