Dari Nol Menjadi Pahlawan Gaza : Kisah Menginspirasi Retno Marsudi dalam Membangun Karier

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, membagikan kisah inspiratifnya dalam meraih kesuksesan dari ketidakpastian menjadi sosok penting dalam diplomasi Indonesia. Pada acara Top Women Fest CNBC Indonesia, Retno mengungkapkan bahwa dirinya dulu adalah 'nobody', namun dengan kerja keras dan keyakinan, ia berhasil meraih posisi sebagai Menteri Luar Negeri.

Nov 24, 2023 - 01:28
 0  51
Dari Nol Menjadi Pahlawan Gaza : Kisah Menginspirasi Retno Marsudi dalam Membangun Karier

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, membagikan kisah inspiratifnya dalam meraih kesuksesan dari ketidakpastian menjadi sosok penting dalam diplomasi Indonesia. Pada acara Top Women Fest CNBC Indonesia, Retno mengungkapkan bahwa dirinya dulu adalah 'nobody', namun dengan kerja keras dan keyakinan, ia berhasil meraih posisi sebagai Menteri Luar Negeri.

"Saya adalah anak yang sangat, sangat sederhana, saya merasakan berbagai kesusahan dan kesulitan banyak sekali yang saya lalui selama masa kecil saya," kata Retno.

Pada tahun 1986, Retno bekerja di Kementerian Luar Negeri, di mana biasanya hanya diisi oleh mereka yang memiliki hubungan dengan pejabat atau dari kalangan pejabat. Meskipun awalnya terdapat tembok batas, Retno membuktikan bahwa dengan semangat kerja keras dan kegigihan, segala sesuatu bisa diatasi.

"Di tahun 1986, kata orang yang bisa masuk Departemen Luar Negeri itu kalau punya kenalan pejabat, tapi saya bisa membuktikan, kalau kamu kerja keras, kamu bisa mengubah dari nobody menjadi somebody. Dengan niat kerja keras, I never give up," ungkap Retno.

Retno mengingatkan perempuan untuk tidak merasa kecil dan bahwa mereka memiliki potensi untuk bersaing di dunia pekerjaan, termasuk di bidang diplomatik yang sering didominasi oleh pria.

"Jangan pernah merasa kecil karena kita bisa melakukan exactly sama dengan laki-laki [...] Dan kita (perempuan) bisa membuktikan bahwa kita bisa masuk ke pekerjaan-pekerjaan yang ini adalah dunia laki-laki (diplomat)," tambahnya.

Pendidikan dan persiapan yang matang membantu Retno meraih kesuksesan, dan melalui sistem merit yang baik di Kementerian Luar Negeri, ia berhasil mencapai posisi direktur pada usia 38 tahun dan menjadi duta besar pada usia 42 tahun.

"Perempuan bisa berkembang apabila sistem dan lingkungannya mendukung, di Kemlu kami termasuk yang pertama kali melakukan merit sistem, itulah yang kemudian menjadikan orang-orang nobody seperti saya pada usia saya 38 tahun pada saat itu masih muda, 38 tahun saya sudah menjadi Direktur, 42 tahun saya jadi Duta Besar," jelasnya.

Retno menekankan pentingnya menciptakan sistem yang mendukung perkembangan perempuan dalam karir mereka, dan sistem merit dapat membuka peluang bagi orang-orang yang sebelumnya dianggap tidak berarti untuk menjadi orang yang luar biasa.

"Jadi kita punya hutang untuk menanamkan dan memperbaiki merit sistem yang baik, karena dengan merit sistem yang baik itu those nobody can become somebody, karena kalau tidak orang jadi somebody itu anaknya somebody, dan rantai kemiskinan itu tidak bisa terpotong," pungkas Retno.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow