B.J HABIBIE SANG PENCIPTA SAYAP

B.J HABIBIE SANG PENCIPTA SAYAP

 

pada jaman kecil saya itu bingung, mengapa bisa barang besi sebesar itu bisa terbang di udara dan melayang dengan mesin dengan puluhan orang yang ada didalamnya, serta dengan masing-masing tujuan para penumpang dikendaraan tersebut , dan saya kadang bertanya-tanya siapa orang Indonesia yang menciptakannya. Ternyata tokoh yang menciptakan kendaraan tersebut atau yang biasa yang kita sebut dengan “Pesawat Terbang”. Tetapi setelah saya membaca tentang biografinya tetapi selain kisah cintanya bersama Ibu Ainun yang merupakan istri paling dicintai oleh BJ Habibie. Bapak BJ Habibie yang merupakan presiden ketiga Republik Indonesia adalah seorang tokoh yang dikenal karena kecerdasannya. Bapak penerbangan ini pernah studi teknik penerbangan dan spesialisasi konstruksi pesawat terbang yang berhasil juga merakit pesawat Indonesia pada masa itu. Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan nama lengkap dari bapak pesawat ini yaitu BJ Habibie. Bapak B.J Habibie lahir pada 25 Juni 1936 bertempat di Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Presiden ketiga Indonesia ini menempuh pendidikan SMA di SMAK Dago, Kota Bandung pada tahun 1954. Kemudian beliau melanjutkan pendidikan di ITB (Institut Teknologi Bandung). Pada kala itu ITB bernama Universitas Indonesia pada 1954. Namun, tapi hanya beberapa bulan di ITB kemudian dia memutuskan untuk mengikuti jejak teman-temannya untuk bersekolah di luar negeri yaitu di Jerman. ia kemudian melanjutkan studi di Teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule Jerman.

Namun berbeda dengan yang lainnya, Bapak Habibie ini tidak menggunakan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau dari Menteri yang lain untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman melainkan dengan menggunakan biaya beliau sendiri dan dari keringat berkat ibunya yaitu ibu R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Tetapi Mengingat pesan Bapak  Soekarno tentang betapa pentingnya penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yaitu teknologi maritim dan teknologi dirgantara dikala Indonesia waktu itu masih berkembang akhirnya BJ Habibie diberi kesempatan belajar di Jerman. Pendidikan yang ditempuh BJ Habibie diluar negeri bukan pendidikan kursus kilat akan tetapi merupakan sekolah bertahun – tahun sambil kerja praktek. Sejak awal bapak pesawat ini memang tertarik dengan how to build commercial aircraft ( ilmu penerbangan) bagi rakyat Indonesia yang menjadi ide Soekarno di masa jabatannya. Dari sana selanjutnya kemudian muncul perusahaan – perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya IPTN. Kemudian ketika BJ Habibie sampai di Jerman, Habibie punya tekad untuk sungguh – sungguh bertempat pada perantauan dan harus pulang membawa kesuksesan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupan sehari – harinya. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1955 bertempat di kota Aachean, sebanyak 99% mahasiswa Indonesia yang belajar disana diberikan beasiswa penuh untuk menimba ilmu di sana. Tetapi Hanya beliau yang punya paspor hijau atau swasta dari pada teman-teman yang lainnya. la pun menerima gelar Diplom Ingenieur pada tahun 1960 dan gelar Doktor Ingenieur pada 1965 dengan predikat summa cumlaude dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean. Setelah lulus, dari universitasnya BJ Habibie bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm atau MBB Hamburg pada tahun 1965 sampai 1969 sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktrur Pesawat Terbang, dan kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB pada periode 1969 sampai dengan tahun 1973. Atas kinerja dan kebriliannya, 4 tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB periode 1973-1978 serta menjadi Penasihast Senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB (1978 ).

Beliaulah yang  menjadi satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki jabatan nomor dua di perusahaan pesawat terbang Jerman ini. Sebelum memasuki usia 40 tahun, karir Habibie sudah sangat cemerlang, terutama dalam desain dan konstruksi pesawat terbang. Habibie menjadi “permata” di negeri Jerman dan iapun mendapat “kedudukan terhormat”, baik secara materi maupun intelektualitas oleh orang Jerman. Selama bekerja di MBB Jerman, Habibie menyumbang berbagai hasil penelitian dan sejumlah teori untuk ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang Thermodinamika, Konstruksi dan Aerodinamika. Beberapa dari rumusan teorinya yang dikenal dalam dunia pesawat dan penerbangan yaitu seperti teori “Habibie Factor“, “Habibie Theorem” dan “Habibie Method“.Pada tahun 1968, bapak BJ Habibie telah mengundang sejumlah insinyur-insiyur yang hebat dari segala penjuru  untuk bekerja di industri pesawat terbang di negara Jerman. Sekitar 40 (empat puluh) insinyur dari Indonesia akhirnya dapat bekerja di MBB atas rekomendasi Pak Habibie dan berkat dirinya mereka dapat pekerjaan disana. Selanjutnya setelah dia berkecipung didunia aeromodelling beliau kembali ke Tanah Air dan berkerja mengabdi kepada Negara. Beliau, Bapak Habibie mewarisi kondisi kacau balau karena pasca pengunduran diri dari Soeharto akibat salah urus pada masa orde baru, sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia. Segera setelah memperoleh kekuasaan Presiden Habibie segera membentuk sebuah cabinet Pada era pemerintahannya yang singkat ia berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia, pada eranya dilahirkan UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU otonomi daerah.

Melalui penerapan Undang-Undang otonomi daerah inilah gejolak disintergrasi yang diwarisi sejak jaman era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era presiden (SBY) Susilo Bambang Yudhoyono , tanpa adanya Undang-Undang otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.Setelah ia turun dari jabatannya sebagai presiden, ia lebih banyak tinggal di Jerman dari pada di Indonesia. Tetapi ketika era kepresidenan bapak Susilo Bambang Yudhoyono, ia kembali aktif sebagai penasehat presiden untuk mengawal proses demokratisasi di Indonesia lewat organisasi yang didirikannya Habibie Center.Rasa cintanya yang besar pada mendiang istrinya, Ainun dia tuangkan dalam bentuk buku. Dia menulis buku yang berjudul Habibie & Ainun. Buku ini di buat untuk alm. Istrinya tersebut. Buku tersebut berisikan mengenai kisah cinta sang Profesor dengan istrinya.Buku tersebut yang setebal 323 halaman itu, menceritakan awal mula dari awal pertemuan pasangan kekasih Habibie dan Ainun, sampai akhinya Ainun menghembuskan nafas terakhirnya karena komplikasi penyakit pada 22 Mei 2010. Habibie menghitung masa hidupnya Bersama istrinya tercinta yaitu  Ainun, sejak menikah pada 12 Mei 1962, selama 48 tahun 10 hari. Selanjutnya setelah rilis buku tentang Habibie dan Ainun tersebut banyak para dari sutradara Indonesia yang meminta izin kepada beliau untuk mengangkat kisah cinta beliau dengan ibu di film yang bisa dinikmati dengan seluruh warga masyarakat di Indonesia. Akhirnya, seperti kita ketahui sampai sekarang yaitu Film “Habibi dan Ainun” yang kita nikmati di bioskop yang sudah tayang dan memunculkan penggemar tersendiri bagi bapak Habibie dan mendiang Ibu Ainun. Pada tokoh ini kita harus belajar untuk cinta terhadap diri sendiri, perkerjaan kita, orang-orang di sekitar kita dan akan kita ketahui juga pasti dari sesuatu yang kita laksanakan tersebut akan menghasilkan sesuatu yang berharga yaitu Kemudahan dan Kelancaran dalam melaksanakan hidup ini. ”HIDUPLAH SEPERTI ANDA AKAN MATI BESOK DAN BERBAHAGIALAH SEPERTI ANDA AKAN HIDUP SELAMANYA”(Bacharuddin Jusuf Habibie).