3 Nelayan Aceh Terapung 11 Hari, Diselamatkan oleh Kapal Tanker Asing

Tiga nelayan asal Aceh memulai kisah bertahan hidup luar biasa setelah terapung-apung di lautan selama 11 hari. Jekie Bowie (30), Baihaki (34), dan Rinal Junaidi (46) dari KM Sultan Meulaboh Capsize berhasil diselamatkan oleh kapal tanker SC Gold Ocean, menambahkan bab baru pada catatan keberanian dan ketahanan manusia di lautan lepas.

Jan 12, 2024 - 13:38
 0  20
3 Nelayan Aceh Terapung 11 Hari, Diselamatkan oleh Kapal Tanker Asing
Sumber Foto : https://www.pantau.com

Kejadian dramatis ini bermula ketika kapal mereka tenggelam di perairan barat, 90 nautikal mil dari Pulau Weh. Kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall, yang sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Pelepas, Malaysia menuju Mumbai, India, menemukan mereka dan menyelamatkan mereka pada Kamis (11/1/2024) sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

Proses penyelamatan, meskipun tidak mudah, membuktikan kekuatan solidaritas di lautan. Ibnu Harris Al Hussain, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh, menjelaskan bahwa kapal tanker tersebut segera memberitahu Basarnas setelah menemukan ketiga nelayan terapung. Tim evakuasi pun dikerahkan menggunakan kapal SAR KN Kresna 232.

Sumber Foto : https://popularitas.com

Evakuasi tidaklah mudah karena terkendala oleh angin dan gelombang. Kapal tanker, yang dalam kondisi tanpa muatan, memerlukan tangga khusus untuk menurunkan ketiga nelayan ke kapal SAR. Tim Basarnas berhasil menjemput ketiganya di Selat Benggala, perairan antara wilayah Kabupaten Aceh Besar dan Pulau Weh, berjarak 7,3 nautikal mil dari Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, pada Jumat (12/1/2024).

Rinal Junaidi, salah satu nelayan yang selamat, menceritakan bagaimana mereka terombang-ambing di lautan setelah lambung kapal mereka pecah. Meskipun berusaha menutupi lambung yang pecah dengan kain, mereka akhirnya harus bertahan di atas atap rumah kapal tersebut.

Sumber Foto : https://popularitas.com

Mereka berlayar dari Banda Aceh dan berlindung di Kepulauan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, karena cuaca buruk sebelum perjalanan yang dramatis ini dimulai. Dari kepulauan tersebut, mereka melanjutkan perjalanan ke perairan barat Pulau Weh, Kota Sabang, untuk menangkap ikan. Kisah keajaiban laut ini menjadi saksi ketahanan dan semangat manusia dalam menghadapi cobaan tak terduga di lautan yang luas.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow